CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 02:00 WIB
Ilustrasi. Warming tea blend adalah racikan teh dari bahan alami untuk membantu meredakan gejala menstruasi, seperti kram perut sampai gangguan mood. (iStockphoto/owngarden)
Jakarta, CNN Indonesia --
Nyeri saat menstruasi merupakan pengalaman umum bagi banyak perempuan. Ada yang hanya merasa tidak nyaman, tapi tak sedikit juga yang harus menahan kram hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di tengah kondisi ini, berbagai cara dilakukan untuk meredakan keluhan, mulai dari obat, kompres hangat, hingga minuman herbal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang kini mulai dilirik adalah tea blend, racikan teh dengan bahan tertentu yang dipercaya bisa membantu tubuh lebih rileks saat menstruasi.
Konsep ini diperkenalkan dalam Press Conference Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation with Laurier bersama Luna dari House of Tea, Jakarta, Selasa (21/4).
Menurut Luna, setiap perempuan memiliki pengalaman menstruasi yang berbeda, baik dari sisi siklus, tingkat nyeri, maupun perubahan emosi. Karena itu, pendekatan untuk meredakannya juga tidak bisa disamaratakan.
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menjadikan minum teh sebagai cara menenangkan diri bukan sekadar kebiasaan.
"Setiap teh dan ingredients (komposisi) itu punya manfaat yang berbeda-beda. Membuat dan menikmati tea blend bisa jadi ritual untuk menenangkan diri, lebih nyaman, dan lebih relaks," ujar Luna.
Mulai dari proses menyeduh, menghirup aroma, hingga menikmati teh hangat, semua bisa membantu tubuh dan pikiran lebih tenang di tengah rasa tidak nyaman saat menstruasi.
Salah satu racikan yang diperkenalkan adalah warming tea blend, yang dirancang untuk membantu meredakan kram perut saat menstruasi.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat warming tea blend, sebagai berikut:
- oolong tea
- jahe
- chamomile
- serai (lemongrass)
- kayu manis (cinnamon)
Setiap bahan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Jahe memberikan efek hangat yang membantu meredakan kram, chamomile membantu relaksasi, sementara kayu manis dan serai memberi aroma yang menenangkan.
"Tujuannya supaya saat menstruasi, rasa kram di perut bisa sedikit mereda karena ada efek hangat," jelas Luna.
Tea blend ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan cara yang cukup praktis. Oolong tea digunakan sebagai dasar, lalu ditambahkan bahan lain sesuai takaran dan selera.
Setelah dicampur, seduh dengan air panas dan diamkan sekitar satu menit sebelum diminum. Satu racikan bisa diseduh hingga dua sampai tiga kali. Namun, Luna mengingatkan pentingnya memahami karakter setiap bahan agar racikan tetap seimbang.
"Jangan sampai bahannya kontradiktif. Misalnya black tea yang sifatnya lebih kuat dicampur dengan chamomile yang relaksasi, itu bisa kurang seimbang," ujarnya.
Selain membantu meredakan nyeri fisik, tea blend juga bisa memberi efek pada kondisi emosional. Perubahan hormon saat menstruasi sering membuat suasana hati lebih sensitif, mudah lelah, atau cepat tersinggung.
Dalam kondisi ini, minuman hangat dengan bahan yang tepat bisa membantu tubuh lebih rileks. Misalnya chamomile dikenal memiliki efek menenangkan yang bisa membantu mengurangi ketegangan dan membuat suasana hati lebih stabil.
"Ini bisa membantu menurunkan emosi supaya kita lebih calm down," kata Luna.
Jika tidak menyukai salah satu bahan, racikan bisa disesuaikan. Jahe bisa ditambah untuk sensasi lebih hangat, atau chamomile dikurangi jika rasanya kurang cocok.
Meski terasa sederhana, tea blend bisa menjadi salah satu cara alami untuk membantu menjalani masa menstruasi dengan lebih nyaman. Penting untuk diingat, cara ini bukan pengganti pengobatan medis, terutama jika nyeri menstruasi terasa berat atau tidak biasa.
(anm/fef)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































