CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 04:45 WIB
Ilustrasi. Berikut merupakan beberapa ciri-ciri kepribadian di balik orang yang sarkas alias suka menyindir. (iStock/Kerkez)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada orang yang memiliki kebiasaan menyampaikan sesuatu secara tidak langsung alias menyindir. Kebiasaan komunikasi dengan melempar kode ini kerap bikin orang lain menebak-nebak apa maksud serta siapa yang sedang dibicarakan.
Menyindir atau sarkas memang cara paling mudah buat meluapkan isi hati tanpa harus merasa bersalah kepada orang di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyindir biasanya dilakukan dengan gaya bicara berputar-putar dan tidak jelas kepada siapa pesan itu disampaikan.
Di era digital seperti sekarang, sindiran tak cuma disampaikan secara langsung, tapi juga bisa lewat status atau unggahan lain di media sosial.
Mereka yang melakukannya biasanya menganggap cara ini paling aman untuk meluapkan unek-unek tapi tidak cukup berani untuk menyampaikannya secara langsung.
Menariknya, kebiasaan suka menyindir bukan cuma mengungkap kekesalan sesaat, tapi dapat mencerminkan kepribadian tertentu.
Melansir dari berbagai sumber, berikut merupakan beberapa ciri-ciri kepribadian di balik orang yang sarkas alias suka menyindir.
1. Kepribadian yang cenderung pasif-agresif
Mengutip dari Psychmechanics, sarkasme bisa menjadi bentuk agresi terselubung. Kritik atau ketidaksukaan disampaikan secara tidak langsung sehingga terdengar ringan, tetapi tetap menyimpan pesan yang tajam.
Gaya humor agresif, termasuk sarkasme, lebih sering muncul pada seseorang dengan kecenderungan manipulatif.
2. Kurang empati
Orang yang sering menyindir akan cenderung tampak sebagai sosok yang kurang peduli pada perasaan orang lain. Mereka mungkin menganggapnya sebagai lelucon atau seru-seruan saja, tetapi ini justru menunjukkan rendahnya kecerdasan emosional mereka.
3. Takut berkonflik
Dikutip dari laman Healthline, beberapa orang sulit menghadapi konflik dalam hubungannya kepada orang lain.
Ada kekhawatiran kalau mengungkapkan perasaan yang sebenarnya akan merusak hubungan atau memengaruhi pendapat orang terhadap diri mereka. Untuk menghindari itu semua, sebagian dari mereka memilih untuk melakukan sindiran.
4. Merasa rendah diri
Dilansir dari laman Verywellmind, seseorang yang suka menyindir cenderung rendah diri karena mereka ragu atau sulit menyampaikan apa yang ingin dikatakan.
Pada akhirnya, mereka tetap ingin berbicara tapi tidak keluar dalam komunikasi yang langsung atau terang-terangan.
5. Defensif
Seseorang yang berperilaku defensif biasanya menggunakan sindiran sebagai senjata untuk menyerang atau membalas orang lain.
Dalam situasi tertentu, menyampaikan kata-kata sindiran memang dapat mencairkan suasana dan mengurangi ketegangan.
Namun, penggunaan yang berlebihan atau tanpa empati justru berisiko merusak hubungan. Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam memahami sarkasme dan sindiran sehingga potensi salah paham selalu ada.
Sekalipun harus menyampaikan sindiran, kamu tetap harus membaca suasana dan diucapkan dengan baik serta tidak menyerang. Sindiran boleh saja asal tetap pada batasan agar tidak melukai orang lain.
(nga/fef)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1

















































