Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali membantah isu yang beredar bahwa kas negara kian menipis yakni Rp 120 triliun dan hanya cukup untuk membiayai belanja negara selama dua pekan.
Purbaya menekankan bahwa isu itu sepenuhnya keliru lantaran hanya dibuat dengan memperhitungkan nominal Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang senilai Rp 420 triliun, dan dikurangi dengan dana SAL yang ditempatkan pemerintah di perbankan senilai Rp 300 triliun.
"SAL sama sekali ga dipakai Rp 420 triliun. Jadi SAL nya Rp420 ya. Bukan Rp120 triliun. Belum ada yang dipakai. Dipindahin ke bank sebagian," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (6/5/2026).
Purbaya pun menekankan bahwa uang pemerintah berada dalam level yang cukup untuk sepanjang tahun.
Pasalnya, keuangan negara terus bergerak secara fluktuatif. Yakni dari berbagai macam penerimaan negara seperti pajak, bea, dan cukai.
"Jadi gini, uang pemerintah kan bisa dari pajak, bisa dibelanjain, bisa juga nanti ada pembiayaan kan. Kita set rata-rata cashnya sepanjang tahun berapa di level yang cukup," ujarnya.
"Ini strategi kita udah cukup untuk memastikan bahwa cash kita cukup dan kita gak akan pernah kekurangan cash," ujarnya.
Menurut Purbaya, total SAL yang ditempatkan di perbankan itu bukan berarti dana cadangan pemerintah hilang, melainkan sebatas memindahkan rekening dari yang selama ini menganggur di Bank Indonesia (BI) menjadi ke sektor perbankan.
Dana itu pun sewaktu-waktu dapat kembali ditarik pemerintah karena sifatnya deposit on call. Deposit on call, yang dimaksud Menkeu, artinya produk simpanan deposito berjangka waktu sangat pendek-biasanya 3 hingga 30 hari-yang dapat dicairkan sewaktu-waktu
"Di bank aja kita taruh dengan betul, diputar supaya ekonomi bisa hidup," ujarnya.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































