Jakarta, CNBC Indonesia - Mikroplastik kini tak hanya ditemukan di laut atau udara, tapi juga sudah masuk ke makanan sehari-hari. Tanpa disadari, partikel plastik berukuran sangat kecil ini bisa ikut terkonsumsi dari berbagai jenis makanan dan minuman.
Sebuah studi pada 2024 bahkan menemukan mikroplastik telah terdeteksi di delapan dari 12 sistem organ tubuh manusia, termasuk sistem pernapasan, pencernaan, hingga reproduksi.
Meski belum ada batas aman yang pasti, para ahli menyarankan agar paparan mikroplastik ditekan seminimal mungkin.
Dokter sekaligus peneliti kesehatan keluarga, Dr. Joseph Mercola mengatakan, mikroplastik bisa masuk ke makanan dari berbagai tahap, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga kemasan plastik yang digunakan. Berikut beberapa jenis makanan yang paling sering terpapar mikroplastik, dikutip dari Cnet:
1. Seafood
Laut menjadi salah satu sumber utama mikroplastik. Partikel plastik yang terurai di laut bisa dimakan plankton, lalu masuk ke tubuh ikan dan kerang hingga akhirnya dikonsumsi manusia. Studi bahkan menemukan hampir semua sampel seafood mengandung mikroplastik.
2. Teh Celup
Kantong teh berbahan plastik seperti polypropylene bisa melepaskan miliaran partikel mikroplastik saat diseduh dengan air panas.
3. Nasi
Penelitian menunjukkan setengah cangkir nasi bisa mengandung sekitar 3-4 miligram plastik, bahkan lebih tinggi pada nasi instan.
4. Garam dan Gula
Sekitar 90% merek garam yang diteliti di dunia ditemukan mengandung mikroplastik. Kontaminasi ini bisa terjadi dari lingkungan hingga proses produksi dan kemasan.
5. Air Kemasan
Air minum dalam botol plastik menjadi salah satu sumber mikroplastik paling umum, dengan estimasi ratusan ribu partikel dalam satu liter air.
6. Madu
Mikroplastik dalam madu diduga berasal dari polusi lingkungan yang terbawa oleh lebah.
7. Buah dan Sayur
Tanaman bisa menyerap mikroplastik dari tanah melalui akar. Apel dan wortel termasuk yang paling sering ditemukan terkontaminasi.
Banyak toko kelontong juga mengemas buah dan sayuran dalam plastik untuk menjaga kesegarannya. Menurut FDA, belum ada cukup bukti untuk menentukan bahwa mikroplastik dari kemasan makanan plastik bermigrasi ke dalam makanan. Namun, peneliti menyarankan untuk tetap menghindarinya sebisa mungkin.
8. Produk Protein Olahan
Sebuah studi terbaru dari para peneliti di Ocean Conservancy menemukan, 88% protein nabati dan hewani mengandung sejumlah mikroplastik. Namun, protein yang sangat diproses, seperti alternatif nabati, stik ikan yang dibekukan, atau nugget ayam, mengandung mikroplastik paling banyak.
Studi tersebut menemukan udang berlapis tepung roti memiliki rata-rata 300 keping mikroplastik per porsi. Nugget nabati memiliki 100 keping per porsi.
Lalu, apa dampaknya bagi kesehatan?
Para ahli mengtakan, mikroplastik dapat menumpuk di dalam tubuh dan berpotensi memicu peradangan hingga gangguan hormon. Bahkan, partikel ini juga bisa membawa zat beracun lain ke dalam tubuh.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada kesimpulan pasti soal dampak jangka panjangnya. Untuk mengurangi paparan, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan, seperti mencuci beras sebelum dimasak, menghindari kemasan plastik, serta menggunakan wadah kaca atau stainless steel untuk makanan dan minuman.
Yang pasti, mikroplastik kini sudah menjadi bagian dari kehidupan modern. Meski sulit dihindari sepenuhnya, mengurangi paparan tetap bisa dilakukan dari hal-hal kecil sehari-hari.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































