Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menjadi pembicara dalam acara Prasasti Luncheon Talk yang diselenggarakan Prasasti Center, di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Hashim Djojohadikusumo menyampaikan Indonesia telah mencatat capaian signifikan dengan peningkatan cadangan beras nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola pemerintah telah mencapai sekitar 4 juta ton dan diproyeksikan segera meningkat menjadi 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara di sektor energi, pemerintah telah berhasil mengamankan pasokan minyak 100 juta barel dari Rusia dengan tambahan opsi 50 juta barel.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dinilai berhasil menjaga pasokan pupuk di tengah gejolak geopolitik global.
Menurut Hashim, pada saat banyak negara menghadapi gangguan pasokan, Indonesia justru berada dalam posisi relatif aman. Bahkan, sejumlah negara melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
“Kita beruntung karena kerja keras dan persiapan dari jajaran Pupuk Indonesia,” kata Hashim dalam acara Economic Briefing 2026 dikutip pada Sabtu(30/4/2026).
Hashim mengatakan, banyak negara tetangga telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, khususnya untuk urea. “Banyak negara tetangga kita yang meminta bantuan, khususnya pupuk,”kata dia.
Salah satunya adalah Australia yang berencana mengimpor urea dari Indonesia sebanyak 250 ribu ton. Selain itu, permintaan datang dari India yang disebut membutuhkan hingga 500 ribu ton, serta beberapa negara lainnya.
“Misalnya Australia 250 ribu ton urea dan India juga meminta ya, saya baca 500 ribu ton. Lalu ada berbagai negara lainnya juga meminta. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam hal urea kita cukup beruntung,” kata dia.
sumber : Antara

8 hours ago
5

















































