Minyak Anjlok ke Bawah US$100 per Barel Imbas Peluang Damai AS-Iran

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia anjlok ke level di bawah US$100 per barel pada Rabu (6/5), usai Amerika Serikat (AS) memberikan sinyal berakhirnya perang dengan Iran.

Berdasarkan data oilprice.com, harga minyak mentah Brent berjangka merosot 10 persen menjadi US$98 per barel dan WTI tergelincir lebih dari 12 persen ke kisaran US$89 per barel.

Kedua harga minyak acuan global tersebut terakhir kali berada di bawah US$100 persen pada akhir April lalu, sebelum melonjak lantaran memanasnya konflik di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Selasa (5/5), waktu AS, Gedung Putih menyatakan operasi tempur yang diluncurkan pada Februari terhadap Iran telah berakhir.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio secara tegas mengeklaim tujuan perang AS di Iran juga sudah tercapai. Ia mengisyaratkan bahwa prioritas Washington kini adalah membuka kembali Selat Hormuz.

"Operasi itu sudah selesai. Epic Fury, sebagaimana diberitahukan Presiden kepada Kongres, kami telah menuntaskan tahap tersebut. Kami telah mencapai tujuan operasi itu. Kini kami beralih ke Project Freedom," ujar Rubio.

Ia merujuk pada inisiatif Project Freedom Presiden Donald Trump untuk mengawal kapal-kapal niaga melintasi Selat Hormuz yang masih diblokade Iran.

"Itulah yang sedang kami jalankan sekarang. Apa yang mungkin terjadi ke depan masih bersifat spekulatif," paparnya menambahkan.

Pekan lalu, Pemerintah AS juga memberi tahu Kongres bahwa perang terhadap Iran telah "dihentikan" seiring tercapainya ambang 60 hari yang mensyaratkan otorisasi formal dari legislator.

Namun, Presiden AS Donald Trump belum menutup kemungkinan melanjutkan kembali serangan AS ke Iran jika negosiasi gagal atau AS menilai Teheran melanggar gencatan senjata yang berlaku saat ini.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |