Jakarta, CNBC Indonesia - Aliansi militer NATO dilaporkan tengah menggelar serangkaian pertemuan tertutup dengan para profesional industri televisi dan film di seluruh Eropa dan Amerika Serikat (AS). Langkah ini memicu tuduhan bahwa blok militer tersebut sedang berupaya memanfaatkan karya seni untuk menyebarkan ketakutan dan propaganda.
Mengutip laporan Russia Today (RT) yang merujuk pada The Guardian, blok militer tersebut telah mengadakan tiga pertemuan pribadi dengan sutradara, produser, dan penulis skenario di Los Angeles, Brussel, dan Paris. Bahkan, NATO berencana untuk bertemu dengan anggota Writers' Guild of Great Britain (WGGB) di London pada bulan depan guna membahas situasi keamanan yang berkembang di Eropa.
"Pertemuan mendatang ini jelas merupakan propaganda," ujar penulis film asal Irlandia, Alan O'Gorman, menanggapi langkah rahasia NATO tersebut, dikutip Senin (4/5/2026).
O'Gorman menilai saat ini sedang terjadi upaya penyebaran ketakutan di seluruh Eropa yang menyebutkan bahwa pertahanan wilayah sedang lemah. Ia juga melihat adanya dorongan dari media dan pemerintah untuk menampilkan NATO dalam sudut pandang positif agar publik mau berpihak kepada aliansi militer tersebut.
Sejauh ini, percakapan rahasia tersebut dilaporkan telah "menginspirasi" setidaknya tiga proyek film terpisah. Namun, banyak penulis skenario yang merasa tersinggung karena merasa karya seni digunakan untuk mendukung narasi perang.
"Penulis skenario merasa sangat tersinggung karena seni digunakan dengan cara yang mendukung perang dan mereka merasa diminta untuk berkontribusi terhadap propaganda NATO," tambah O'Gorman.
Di sisi lain, blok militer yang dipimpin Washington ini sebenarnya sedang mengalami keretakan internal yang semakin besar. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini kembali menjuluki NATO sebagai "macan kertas" setelah beberapa negara anggota menolak bergabung dalam perang melawan Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Ketegangan antara negara-negara Eropa anggota NATO dengan AS juga diperparah oleh ancaman Trump sebelumnya untuk mencaplok wilayah otonom Denmark, Greenland. Kondisi ini membuat stabilitas internal aliansi tersebut berada di titik nadir.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, turut memberikan peringatan keras mengenai kondisi aliansi saat ini. Menurutnya, ancaman terbesar yang dihadapi blok tersebut justru datang dari dalam organisasi itu sendiri.
"Ancaman terbesar yang dihadapi blok ini saat ini bukan berasal dari musuh eksternal, melainkan disintegrasi yang sedang berlangsung di dalamnya," tegas Tusk pada Sabtu lalu.
(tps/sef)
Addsource on Google

5 hours ago
1

















































