Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDA) menegaskan kedua warga Singapura yang berada di kapal pesiar MV Hondius, tempat pertama kalinya wabah hantavirus muncul, telah dinyatakan negatif.
Laboratorium Kesehatan Masyarakat CDA melakukan pengujian dengan beberapa sampel yang dikumpulkan dari kedua pria tersebut dan mengkonfirmasi bahwa hantavirus, termasuk virus Andes, tidak terdeteksi.
Kedua pria tersebut telah diisolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) setelah mereka berada di kapal pesiar MV Hondius yang terkena hantavirus. Mereka juga berada di penerbangan yang sama dengan kasus hantavirus yang terkonfirmasi dan kemudian meninggal.
"Sebagai tindakan pencegahan, mereka akan dikarantina selama 30 hari sejak tanggal paparan terakhir, dan pengujian akan dilakukan lagi sebelum mereka dibebaskan dari karantina," kata CDA, dikutip dari CNA, Sabtu (9/5/2026).
Mereka kemudian akan menjalani pengawasan melalui telepon selama periode pemantauan yang tersisa yaitu 45 hari sejak tanggal paparan terakhir, yang merupakan periode inkubasi maksimum untuk paparan hantavirus.
"Risiko bagi masyarakat umum di Singapura tetap rendah," kata CDA. CDA menambahkan bahwa mereka memantau situasi dengan cermat dan siap untuk meningkatkan langkah-langkah kesehatan masyarakat jika informasi baru menunjukkan peningkatan risiko kesehatan masyarakat bagi Singapura.
Individu pertama, seorang warga Singapura berusia 67 tahun, tiba di Singapura pada 2 Mei. Yang kedua, seorang penduduk tetap Singapura berusia 65 tahun, tiba di Singapura pada 6 Mei.
CDA mengatakan pada hari Kamis lalu (7/5/2026) bahwa mereka diberitahu pada 4 dan 5 Mei bahwa kedua pria tersebut berada di MV Hondius ketika kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Ushuaia di Argentina pada 1 April. Kapal tersebut kemudian melaporkan wabah hantavirus Andes.
Kedua pria tersebut telah turun dari kapal dan juga berada di penerbangan yang sama dengan kasus hantavirus yang terkonfirmasi dari St Helena ke Johannesburg pada 25 April. Korban tersebut tidak melakukan perjalanan ke Singapura dan sejak itu diketahui meninggal di Afrika Selatan.
(haa/haa)
Addsource on Google

3 hours ago
3

















































