Stok Melimpah, Bulog Usul PNS hingga Polri Dapat Jatah Beras Natura

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan aparatur negara seperti TNI, Polri, hingga aparatur sipil negara (ASN/ PNS) kembali memperoleh jatah beras natura dari pemerintah. Hal itu seiring melimpahnya stok beras Bulog.

Usulan itu disampaikan Rizal sebagai salah satu strategi mempercepat distribusi cadangan beras pemerintah (CBP) agar pasokan di pasar meningkat dan harga beras bisa lebih terkendali di kisaran harga eceran tertinggi (HET).

"Kalau memang dapat restu, dulu-dulu kita TNI, Polri maupun ASN tuh dapat (beras) natura. Mumpung beras Bulog itu berlimpah kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu," ujar Rizal di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beras natura merupakan beras yang diberikan sebagai tunjangan atau fasilitas pegawai negara.

Skema ini lazim diterapkan pemerintah pada masa lalu, ketika sebagian kebutuhan pangan anggota TNI, Polri, maupun pegawai negeri dipenuhi melalui distribusi langsung beras dari gudang pemerintah.

Menurut Rizal, opsi tersebut kini kembali relevan mengingat stok beras Bulog berada pada level sangat tinggi dan membutuhkan percepatan penyaluran agar tidak hanya menumpuk di gudang.

Ia menjelaskan Bulog saat ini tengah menjalankan strategi distribusi secara luas dengan melibatkan banyak unsur pemerintah dan swasta melalui pola koordinasi pentahelix.

"Penyaluran beras itu melibatkan seluruh stakeholder pemerintah. Contoh umpamanya penyaluran beras SPHP kami libatkan TNI, Polri, Pemda, kemudian teman-teman pengusaha bahkan sampai dengan ritel-ritel modern, Alfamart, Indomaret, termasuk RPK-RPK (Rumah Pangan Kita) yang kita miliki," ujarnya.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama ini menjadi salah satu instrumen utama Bulog untuk menyalurkan beras medium ke masyarakat melalui jaringan distribusi resmi agar harga di tingkat konsumen tidak melonjak.

Namun, dengan stok yang kini menembus sekitar 5,2 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah, Bulog menilai dibutuhkan terobosan tambahan agar serapan beras di gudang bisa segera mengalir ke pasar dan ke kelompok penerima lain.

Rizal mengatakan jika usulan beras natura itu disetujui, jenis beras yang akan disalurkan adalah beras medium produksi Bulog.

"Berasnya medium," kata dia.

Sejauh ini usulan tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah.

Namun, Bulog memberi sinyal opsi distribusi nonpasar perlu dibuka lebih luas agar limpahan stok beras nasional tidak berubah menjadi beban penyimpanan di tengah produksi padi yang masih tinggi.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |