NATO Respons Keputusan AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

NATO merespons keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman dengan meningkatkan komunikasi intensif bersama Washington.

Juru bicara NATO Allison Hart mengatakan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi untuk memahami secara rinci kebijakan tersebut, khususnya terkait postur kekuatan militer AS di Eropa.

"Kami sedang bekerja sama dengan AS untuk memahami detail keputusan mereka mengenai postur kekuatan di Jerman," ujar Hart melalui platform X, Sabtu (2/5), seperti dilansir Anadolu Agency.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hart menilai langkah tersebut menjadi sinyal bagi negara-negara Eropa agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan militer AS. Ia menekankan pentingnya peningkatan investasi pertahanan di kawasan demi menjaga keamanan kolektif.

Menurutnya, Eropa perlu mengambil peran yang lebih besar dalam tanggung jawab pertahanan, meskipun NATO tetap yakin terhadap kapasitas aliansi dalam mewujudkan "Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat."

Keputusan Pentagon untuk menarik ribuan pasukan ini juga tak lepas dari memanasnya hubungan politik antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sebelumnya, Merz mengkritik keras strategi militer AS dalam konflik dengan Iran yang dinilai tidak memiliki "strategi keluar" yang jelas. Ia bahkan menyebut AS tengah "dipermalukan" oleh Iran dalam berbagai perundingan.

Menanggapi hal itu, Trump menyatakan tengah mengevaluasi pengurangan kehadiran militer AS di Jerman, yang mencerminkan ketegangan di dalam aliansi NATO, khususnya terkait kebijakan terhadap Teheran.

Penarikan pasukan ini dinilai menjadi babak baru hubungan transatlantik pada 2026, di tengah dorongan bagi negara-negara Eropa untuk mempercepat penguatan dan modernisasi kemampuan militer secara mandiri.

(lau/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |