Dukung Target 100 GW, TMAI Perkuat Kedaulatan Industri Surya Nasional

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah langkah strategis Pemerintah mengejar target besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW, kebutuhan akan pasokan energi bersih di dalam negeri diproyeksikan akan melonjak tajam.

Tren global dekarbonisasi, percepatan ekosistem kendaraan listrik (EV), serta kebutuhan industri hijau nasional menuntut ketersediaan energi surya yang masif, stabil, dan mandiri. Target ini menjadi instrumen vital untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu, mulai dari hambatan distribusi logistik hingga kebijakan pembatasan ekspor-impor antarnegara yang sering kali memicu lonjakan harga dan kelangkaan komponen inti.

Kehadiran PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) sebagai pabrik panel surya terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia, yang terdiri dari pabrik Solar Cell berkapasitas 1 GW dengan teknologi TOP-CON terkini dan pabrik Solar Module (Panel Surya) berkapasitas 1 GW, dengan ukuran 720 Wp per panel, efisiensi tertinggi di kelasnya hingga mencapai 23,3%, menjadi bagian penting dalam penyediaan infrastruktur domestik yang andal.

Fasilitas ini memastikan lonjakan permintaan energi hijau terpenuhi secara mandiri sekaligus menjaga momentum transisi energi nasional tetap pada jalurnya.

Hilirisasi untuk Kemandirian dan Pemerataan Energi Nasional

Melalui investasi senilai lebih dari USD 100 juta, TMAI telah mengoperasikan fasilitas manufaktur terintegrasi yang memproduksi sel surya (solar cell) secara domestik. Langkah ini merupakan bukti hilirisasi nyata, di mana industri nasional tidak lagi terbatas pada perakitan bingkai (frame), melainkan telah menguasai teknologi inti sel surya melalui teknologi N-type i-TOPCon Advanced.

Keberadaan pabrik panel surya terintegrasi dan termodern dengan tingkat TKDN hingga 60% merupakan yang pertama di Indonesia ini menjadi fondasi bagi pembangunan industri yang benar-benar mandiri dan berdaya saing global.

Wakil Direktur Utama PT Trina Mas Agra Indonesia, Lokita Prasetya, menyatakan, pihaknya sendiri mendukung penuh target 100 GW PLTS sebagai pendorong utama industrialisasi hijau nasional.

"Kehadiran pabrik terintegrasi TMAI di Kendal merupakan langkah nyata kami agar nilai tambah ekonomi dari transisi energi ini sepenuhnya dibuat dan dinikmati di dalam negeri. Melalui penguasaan teknologi sel surya dari hulu, kita tidak hanya memperkuat pencapaian TKDN yang tinggi, tetapi juga membangun kemandirian teknologi yang memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi hijau global," ujarnya dikutip, Sabtu (2/5/2026).

Efisiensi Rantai Pasok dan Pemerataan Akses Energi Nasional

Penguatan industri hulu di dalam negeri menjadi kunci utama untuk menciptakan skala ekonomi (economy of scale) yang kompetitif. Melalui kapasitas produksi yang besar, Indonesia dapat menekan ketergantungan pada rantai pasok global serta memitigasi fluktuasi harga komponen impor secara signifikan.

Kondisi ini memberikan stabilitas pasokan yang lebih terjamin guna mendukung keberlanjutan berbagai proyek energi terbarukan di seluruh skala nasional.

"Selain aspek ekonomi, manufaktur lokal berperan vital dalam memperpendek rantai logistik sehingga distribusi komponen menjadi lebih cepat dan responsif. Dengan memangkas waktu tunggu pengiriman internasional menjadi distribusi domestik yang lebih singkat, keberadaan basis produksi di dalam negeri mempermudah jangkauan ke berbagai wilayah pelosok," ujar Lokita.

Kehadiran basis produksi domestik ini sejalan dengan agenda Pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan PLTS di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, sehingga distribusi energi hijau menjadi lebih efisien.

Dengan ketersediaan pasokan yang lebih dekat dan responsif, TMAI turut berkontribusi dalam mewujudkan keadilan energi agar manfaat teknologi surya dapat dirasakan secara merata dari Sabang hingga Merauke. Langkah strategis ini sekaligus memperkuat visi besar Indonesia untuk bertransformasi menjadi pusat industri hijau yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

TMAI sendiri beroperasi melalui kolaborasi strategis antara sektor swasta, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan Trina Solar Co, bersama BUMN melalui PT PLN Indonesia Power Renewables. Sinergi ini menjamin pengembangan industri hijau nasional berjalan selaras dengan kepentingan publik, mematuhi regulasi secara ketat, serta memastikan tata kelola yang inklusif.

Melalui industri yang berdaulat dan padat karya ini, Indonesia bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen utama sekaligus pusat inovasi energi surya di kawasan Asia Tenggara.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |