Bersinar di Tengah Tekanan, Bisnis Ini Jadi Penyelamat Ekonomi RI

2 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

05 May 2026 16:55

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melesat 13,14% yoy. BPS menjelaskan, kinerja sektor ini didorong oleh peningkatan penyediaan makanan dan minuman seiring perluasan cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta momentum libur lebaran.

Sektor lain yang juga tumbuh tinggi adalah jasa lainnya sebesar 9,91% yoy, ditopang oleh peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04% yoy, sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang tercermin dari kenaikan jumlah penumpang pada semua moda transportasi.

Pertumbuhan tinggi juga dicatat oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,62% yoy, informasi dan komunikasi 7,14% yoy, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 6,45% yoy, serta perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor 6,26% yoy.

Sejumlah sektor besar lainnya masih mencatatkan pertumbuhan positif. Konstruksi tumbuh 5,49% yoy, disusul jasa pendidikan 5,18% yoy, industri pengolahan 5,04% yoy, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan 4,97% yoy.

Adapun jasa perusahaan tumbuh 4,91% yoy, jasa keuangan dan asuransi 4,68% yoy, real estate 3,54% yoy, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang 0,42% yoy.

Di sisi lain, masih ada dua sektor yang mengalami kontraksi. Pertambangan dan penggalian turun 2,14% yoy, sementara pengadaan listrik dan gas terkontraksi 0,99% yoy.

Meski pertumbuhan tertinggi datang dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh sektor-sektor besar. Industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional dengan pangsa 19,07%.

Posisi berikutnya ditempati oleh perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,28%, lalu pertanian, kehutanan, dan perikanan 12,67%, konstruksi 9,81%, serta pertambangan dan penggalian 8,69%.

Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 masih ditopang oleh mayoritas lapangan usaha yang tumbuh positif. Namun, kontraksi di sektor pertambangan menjadi catatan penting karena sektor ini masih memiliki bobot cukup besar dalam struktur PDB nasional.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |