Amran Sikat Mafia Pupuk dan Bawang Ilegal usai Terima Aduan Mahasiswa

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku langsung mencabut izin perusahaan yang dilaporkan mahasiswa terkait dugaan membuat pupuk langka, hingga mafia bawang ilegal.

Amran mengungkapkan pencabutan dilakukan dalam waktu 10 menit setelah menerima laporan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia.

Hal itu disampaikan Amran usai berdiskusi dengan perwakilan BEM dari berbagai daerah di Indonesia mengenai sektor pertanian, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dicabut tadi sudah dicabut (izin perusahaan pemicu pupuk langka). Cuma 10 menit dicabut karena online, dan itu diproses hukum. Enggak boleh," kata Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (6/5).

Amran mengatakan laporan mahasiswa tidak hanya terkait distribusi pupuk, tetapi juga dugaan peredaran bawang ilegal dari Sumatera Utara. Ia memastikan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti.

"Ada juga mahasiswa tadi (melaporkan) bawang ilegal dari Sumatera Utara. Nah, itu ditangkap, masukkan penjara," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Menurut Amran, praktik-praktik semacam itu tidak boleh dibiarkan karena bisa merusak tata kelola pangan nasional.

"Apa negeri ini bisa makmur, bisa menjadi negara superpower kalau kita melakukan satu kali pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di Republik ini," katanya.

Ia pun memuji sikap kritis mahasiswa yang dinilainya tetap konstruktif dan disertai data di lapangan. Menurut dia, pemerintah membutuhkan masukan dari generasi muda untuk mengawasi berbagai persoalan di sektor pertanian.

"Kita ini butuh pengkritik yang konstruktif untuk membangun negara yang kita cintai," ujar Amran.

Dalam forum tersebut, Amran mengaku sengaja mengundang mahasiswa agar pemerintah bisa membuka berbagai program dan capaian di sektor pertanian secara terbuka. Ia mengatakan mahasiswa juga dipersilakan memantau langsung kondisi gudang pangan nasional atau gudang Bulog.

"Jangan kita tutupi. Kami bebaskan bertanya, silakan bertanya. Gudang (Bulog) seluruh Indonesia, BEM seluruh Indonesia, kami bebaskan bertanya kepada gudang-gudang," katanya.

Amran menyebut stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,2 juta ton atau tertinggi sejak Indonesia merdeka. Ia mengatakan kapasitas gudang yang sebelumnya hanya sekitar 3 juta ton kini sudah penuh.

Selain itu, ia juga menyinggung langkah pemerintah memberantas mafia pangan. Menurut dia, berbagai kasus korupsi dan pelanggaran di sektor pertanian sudah diproses hukum.

"Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian, ada sudah 76 tersangka," ujarnya.

Amran memastikan mahasiswa akan terus dilibatkan sebagai mata dan telinga pemerintah dalam mengawasi distribusi pangan dan pupuk di lapangan.

"Pasti (mahasiswa jadi mata dan telinga Kementan), itu dari dulu. Bukan selanjutnya, dari dulu mahasiswa kritis. Tapi salurkan. Laporkan," katanya.

Sebelumnya, Kementan mengungkap praktik pupuk palsu yang merugikan petani hingga Rp3,3 triliun. Modusnya, pelaku menjual tanah tanpa kandungan unsur hara sebagai pupuk kepada petani.

Pemerintah bersama Satgas Pangan Polri juga telah menangani puluhan kasus mafia pangan sepanjang 2024-2025, mulai dari pupuk, beras, hingga minyak goreng, dengan total 76 tersangka dan pencabutan izin ribuan distributor maupun pengecer pupuk.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |